Menurunkan Kandungan Logam Berat Pada Kerang Hijau

Daging kerang hijau dalam satu dua dekade belakangan ini menjadi salah satu produk perikanan laut yang populer dan merakyat. Popularitas itu didukung oleh nilai gizi yang baik, produksi yang meningkat karena teknik budidaya yang mudah dan murah dan dapat dipanen pada umur 6-7 bulan.

Yang sering menjadi masalah adalah bila perairan pantai yang digunakan untuk budidaya mengalami pencemaran sehingga kandungan logam berat pada kerang hijau meningkat kurang baik bagi kesehatan konsumen. Sebagaimana pada jenis kerang-kerang lainnya, pada daging kerang hijau terakumulasi logam berat karena bersifat filter feeder dan hidup menetap.

Kadar kandungan logam berat dalam dagingnya biasanya lebih tinggi dibanding perairan habitatnya. Bisa dipahami akibatnya bila perairan tempat hidup kerang sudah terpolusi oleh logam-logam berat antara lain oleh limbah industri atau lainnya.

Salah satu upaya yang perlu dilakukan mengatasi kandungan logam berat yang dinilai cukup tinggi adalah mencari cara menurunkan yang praktis, mudah dan murah sehingga bisa digunakan oleh para produsen/nelayan kecil. Dalam kaitan ini berguna menyimak hasil penelitian yang dilakukan bersama oleh Jovita Tri Murtini dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Ahmad Dwi Kurniawan serta Eko Nurcahya Dewi dari Universitas Diponegoro. Yakni bahwa karboksimetil kitosan (KMK) dapat digunakan membantu mengurangi kandungan logam berat Hg dan Pb pada daging kerang hijau hingga batas tertentu.

Para peneliti tersebut mengingatkan bahwa pelaksanaan perlakuan penurunan kadar logam berat pada kerang hijau tidak mesti karena kadar tersebut sudah di atas ambang batas yang ditetapkan otoritas kesehatan nasional atau internasional. Ambang batas yang ditetapkan Departemen Kesehatan RI maupun FAO/WHO untuk logam berat merkuri (Hg) adalah 500 ppb, untuk timbale (Pb) 2.000 ppb, dan cadmium (Cd) 1.000 ppb.

Namun, kadar yang masih di bawah ambang batas perlu diwaspadai karena efek bioakumulasinya di dalam tubuh manusia yang mengkonsumsi. Keracunan logam berat bisa merusak sistem syaraf dan alat-alat dalam tubuh bahkan ada yang bersifat karsinogen.

Dikemukakan ada berbagai cara penurunan kandungan logam berat pada daging kerang hijau. Di antaranya penukaran ion, penyerapan dengan karbon aktif, dan pengendapan secara eletrolisis. Tetapi cara-cara ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri Komentar Anda